BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 11 Oktober 2009

cerpen "FIRASAT SANG BUNDA"

Kasih ibu kepada beta
Kasih ibu kepada beta,tak terhingga sepanjang masa
Hanya member, tak harap kembali
Bagai sangsurya, menyinari dunia

Sinar mentari yang cerah, masuk melalui celah-celah kamar seorang ibu yang tengah menuturkan do”a kepada tuhannya.
“ya allah, ampunilah kesalahan anakku pada waktu ia masih hidup ya allah,,, tempatkanlah dia disisimu yang paling baik ya allah” do’a sang ibu sambil bercucuran air mata.
“sudahlah buk… iklaskan saja Tio buk,,, mungkin ini sudah kehendak allah, mungkin ini yang terbaik buat keluarga kita” kata sang bapak sambil mengusap kepala istrinya.
Ketika itu anak mereka yang pertama yang bernama lintang, sedang mendengar pembicaraan ibu dan bapaknya didepan pintu kamar. Sembari hatinya berkata “kasian ibuk.. ibuk sangad sedih dengan kepergian Tio adikku. Ya allah berikanlah ketabahan kepada keluarga hamba ya allah”.

Memang hidup dan mati seseorang itu terletak pada garis kehidupan yang dintukan oleh Allah. Mungkin kita tidak dapat menentang takdir. Dan sesungguhnya kita ini adalah milik allah dan kelak kita semua akan kembali kepadanya.
Begitu juga dengan kisah ini. Sebuah keluarga yang diberikan allah cobaan yang sangad berat, dimana kehilangan seseorang keluarga yang sangat mereka cintai yang telah di panggil oleh allah untuk selama-lamanya.
Anak itu bernama Tio. Anak bungsu dari dua orang bersaudara. Hmmmmm,,, anak yang cukup baik, rajin beribadah, suka membantu orang tua, dan satu hal lagi rajin menabung (ckckckkc).
Cerita itu berawal dari akhir bulan ramadhan. Yahh bulan ramadhan !!!!! dimana pada waktu itu mereka berkumpul dikampung halamannya yang bertempat di daerah Sumatra barat.
“onnde badan ibuk rasanya sakin semua gara-gara seharian duduk didalam bis” kata sang bunda.
“aduchhh,,, ibuk…ibukkk,,, bukan ibuk saja yang punya badan!!! Kami semua juga pegel buk!!” sahut sang bapak sambil tersenyum.
“benerr tyu pak kita semuakan juga punya badan.. hahhhhahaha..” kata lintang sambil tertawa.
“heehh!! Kakakk!! Enggak boleh gitu tau ama ibuk!! (sambil berjalan mendekati ibunya) hmmm ibuk yang mana yang pegel buk!! Sini..sini,,, biar tio pijitin ya bundoku saying” kata tio dengan tersenyum.
“wew???? Bunda?????? Tumben manggil bunda!! Mau naik jajan ya??? Hahah napa enggak panggil mami aja biar jajan kamu bisa 50ribu sehari”sahutan lintang.
“hehhh kalian malah bertenkar!! Yaudah lintang sana masuk, angkatin barang-barang nya ya nak. Tio kamu kesini pijitin ibuk ya” kata sang ibu dengan tegas.
“ia.. buk” sahutan mereka berdua.
“ibuk.. ibukk.. kita berapa hari disini buk?(sambil memijat ibunya), jangan lama-lama ya buk, alna entar tio enggak bertah lagi disini buk”pungutan tio dengan tutur manja.
“iahh..nak iahh.. kita enggak akan lama kok disini, jadi tenang aja ya” kata sang ibu.
“hmmm kita kepantainya kapan buk?? Tio udah enggak sabar nich buk!!” kata tio.
“hmm besok aja ya nak, kepantainya. Soalnya kalau pergi sekarang ibuk masih capek nich” kata sang ibu.
“hmmmmmm yaudah dach, tapi janji ya buk”kata tio dengan tersenyum manis.

Keesokan harinya. Dipagi yang indah itu seharusnya terdengar suara burung yang indah berkicau dengan merdu. Tetapi tidak untuk pagi yang indah itu. Karna terdengar teriakan di belakang.
“ibuukk,,,…ibukkk… gimana nue??? Tio kan mau mandi!! Kok airnya enggak ada sich!!” teriakan tio.
“ya allah ni anak pagi-pagi buta gini udah teriak, yaudah kamu enggak usah aja mandi!! Gemana ada air, airnya itu harus digayung dulu!! Baru ada airnya!! Secara enggak mungkin kan airnya naik sendiri!!(sambil tertawa)” sahutan lintang.
“jahhh bawel banged ce??? Yang ditanya siapa!! Yang ngejawab siapa!!! Huuhh GUBRAK!!”sindiran Tio.

“hehhh..hehh!!! apa-apaan ini kok pada ribut sich??? Udah-udah. Siap –siap kitakan mau pergi kepantai!! Ayou cepat!!”kata sang ibu.
Hmmm memang yahh!! Susah banget tampaknya kalau punya anak kaya mereka berdua!! Alnya hobinya brantem!! Ckckck. Yang jadi ibunya sabar banged lagi.
“akhirrnya sampai juga!! Dipantai!! (sambil berpuisi) pantaii.. ohh panntaii!!! Kau sangad begitu indahh!! Sehingga membuatku terpesona!! Hahahah keren ya puisi nya!! “ teriakan lintang.
“hmmmm iah kak!! Indah banged ya!!! Hmm itu!!(sambil menunjuk kearah batu karang) itu apa kak!! Ko berkilau-kilau ya????”kata Tio dengan heran.
“APAAN CE???? Yang mana???” sahutan lintang.
“yang itu!!!( sambil belari kearah yang di maksud)”kata Tio sembari berlari.
Karna ibu melihat tio tiba-tiba berlari kemudian ibu meneriakinya “tioo!!! Kamu ngapin kesana nak???”
“enggak kok buu!! Cuma pengen lihat itu”teriakan Tio.
Pada waktu tio berlari, tiba-tiba saja dating ombak yang lumayan besar. Sehingga membuat sekujur tubuh tio basah kuyup.
“hahahahahahhah makanya kalau dilarang jangan kesana yah jangan kesana!!”kata lintang sambil menertawakannya.
Lintang merogoh sakunya, kemudian dia mengeluarkan handphone nya, yang sudah basah. “jahhhh hapeku!!! Enggak aktif lage!!!! (kemudian dia matikan dan menghidupkan handphonenya kembali) horee ternyata aktif!! Tapi…. Kok singalna enggak ada ya????”kata Tio dengan nada kecewa.
“yyaaaeeyalahhh klu ape kena aer mang kaya geto” sahutan kakak nya lintang.
Sejak kejadian itu, Tio selalu mendesak ibunya untuk pulang. Walaupun sebenarnya tidak ada satupun orang yang tau, apa alasannya untuk pulang.
“aducchh nakkk kita kan pulangnya kan hari kamis!! Kok kamu mintak pulangnya sekarang sich??”kata sang ibu sambil memberikan pengertian.
“iahh buk Tio tau buk!!! Tapi kalau ibuk mau pulangnya hari kamis enggak apapa kok!! Biar aja Tio pulang pakai motor dengan mas riski (mas riski adalah sepupunya) lagian mas riski katanya mau pergi kerumah kita kan pake motor!!” kata tio.
“tapi.. nakk !!! perjalanan dari sini itu ke rumah kita itu 8 jam nak,,!! Ibuk takut nanti kamu kenapa-kenapa!!! Lagian mas riski mu itu kalau bawa motor kan kencengnya kaya burok lewat nak!!! Enggak kelihatan!!”kata sang ibu.
“pokoknya tio mau pulang besok!!! Besokk!! Besokk!!! Pokoknya besok!!! Titik!!!” kata tio dengan tegas.
“yaudah tapi kamu janji ya nak!! Banyak baca doa ya!!” kata sang ibu dengan terpaksa.
Keesokan harinya Tio bersiap-siap untuk pulang kerumah. Dia telah menyiapkan segalanya dengan baik dan tepat.
“bismillahh hari ini perjalanan dengan mengendarai motor pulang”kata tio.
“semua orang pada bilang ati-ati nichh!! Tapi aku bilang jantung” aja ya!!! Hahahah” kata si lintang dengan bercandaan.
“hati-hati ya nak!! Do’a ibu akan selalu menyertaimu”kata sang ibu.
“iahh bukk… tenang aja” sahutan Tio.
Hmmmmm memang saat tyu nasip yang kurang baik menimpa Tio. Karna pada waktu itu dia dan saudaranya melewati jalan yang rawan akan kecelakaan. Apa lagi cuaca pada hari itu sangat buruk sehingga motor yang membawanya tergelincir. Dan badannya jatuh terpental-pental.
Sungguh naas nasip yang menimpa Tio. Sehingga sampai enam hari ia tidak sadarkan diri dirumah sakit. Dan akhirnya pun ia meninggal.
Sungguh sangad seddih nasip yang menimpa keluarganya, teman-temannya dan orang –orang yang mencintainya. Sehingga ia harus meninggalkan segalanya.
Jadi seorang ibu itu memiliki firasat yang sangat kuat terhadap apa yang akan terjadi pada anaknya. Seorang ibu tau apa yang terbaik dan apa yang tidak untuk anaknya. Jadi janganlah durhaka kepada sang bunda. Karna ridhanya allah adalah ridha orang tuamu. Dan murkanya allah adalah murka orang tuamu.

0 komentar: